Pelatihan Participatory Rural Appraisal

Yayasan Betang Borneo Indonesia (YBBI) menggelar pelatihan Participatory Rural Appraisal (PRA) bagi perempuan dan masyarakat adat dari Kabupaten Pulang Pisau di Hotel Fovere, Palangka Raya. Kegiatan yang berlangsung pada 29–31 Oktober 2022 ini bertujuan untuk mengubah strategi pembangunan desa dari yang semula bersifat top-down (dari atas ke bawah) menjadi partisipatif.

Melalui pelatihan ini, masyarakat Desa Pilang dan Desa Simpur didorong untuk mandiri dalam menganalisis potensi serta masalah sosial ekonomi di wilayah mereka. Pendekatan ini menjadi ruang kampanye bagi pelibatan aktif warga, khususnya perempuan, yang selama ini sering kali hanya menjadi pelaksana ketimbang pemilik program pembangunan di desa.

Direktur YBBI menyatakan bahwa penguatan kapasitas ini sangat penting agar program pembangunan menyentuh kepentingan riil masyarakat. Selama ini, ketergantungan terhadap pihak luar membuat program pemberdayaan rentan terhambat. Melalui metode kajian desa secara partisipatif ini, warga belajar merumuskan sendiri alternatif solusi secara mandiri.

Secara khusus, pelatihan ini juga menjadi bagian dari strategi penguatan Lembaga Pengelolaan Hutan Adat dan Pemerintahan Desa. Keterlibatan 10 keterwakilan perempuan dalam memetakan keadaan sosial ekonomi ini diharapkan mampu melahirkan advokasi kebijakan di tingkat desa yang mendukung penuh penguatan hak kelola hutan adat secara berkelanjutan.

Pelatihan yang merupakan bagian dari program ESTUNGKARA ini diikuti oleh elemen masyarakat adat, pemerintah desa, lembaga adat, serta sejumlah Organisasi Masyarakat Sipil (CSO) lokal seperti JPIC Kalimantan, PROGRESS, Save Our Borneo, Solidaritas Perempuan Mamut Menteng, dan WALHI Kalteng.Peningkatan pemahaman seluruh peserta diukur secara objektif melalui skema uji pre-test dan post-test.

Sebagai penutup, kegiatan ini menghasilkan dokumen rencana tindak lanjut serta rekomendasi konkret dari para peserta. Melalui catatan berkas tersebut, pemetaan wilayah dan penyusunan program operasional desa ke depan dipastikan berbasis pada data riil yang dikerjakan langsung oleh masyarakat lokal.

TERKAIT

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru