Yayasan Bentang Borneo Indonesia (YBBI) melalui program Estungkara menggelar Diskusi Kampung bagi komunitas adat Dayak Ngaju di Desa Pilang, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran perempuan dalam pengambilan keputusan strategis serta meningkatkan keterampilan pengelolaan sumber daya lokal.
Fokus utama pertemuan ini adalah penyusunan usulan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan pelatihan praktik pembuatan pupuk organik. Melalui forum ini, perempuan adat diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi pembangunan sekaligus memperkuat solidaritas antarkelompok.
“Dengan meningkatkan kapasitas perempuan dalam pengelolaan sumber daya lokal, masyarakat dapat merumuskan solusi yang lebih holistik dan adil,” ujar Program Manager YBBI, Sevana.
Dalam persiapan RKPDes 2024, pemerintah desa telah membentuk tim yang dipimpin Sekretaris Desa untuk membahas draf usulan pada musyawarah September mendatang. Anggaran tahun ini akan dialokasikan pada program ketahanan pangan, termasuk bantuan ternak babi, ayam, dan kambing bagi kelompok tani yang terdaftar di SIMLUHTAN.
Memasuki tahun 2025, fokus bantuan akan beralih ke bidang hortikultura. Program ini memberikan peluang besar bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk mengakses bantuan bibit dan mengembangkan kemandirian pangan di Kebun Bibit Rakyat.
Saat ini, KWT Desa Pilang tengah mempercepat proses administrasi pendaftaran SIMLUHTAN sebagai syarat utama penerimaan bantuan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan perubahan signifikan bagi keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa yang lebih inklusif.
Keterlibatan perempuan dalam ruang pengambilan keputusan dinilai krusial untuk mengatasi persoalan spesifik di sektor agrikultur. Dengan mengakomodasi suara perempuan, kebijakan yang dihasilkan diharapkan lebih tepat sasaran dan mampu memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat adat secara berkelanjutan.



