Yayasan Betang Borneo Indonesia (YBBI) menggelar pelatihan kewirausahaan bagi komunitas Perempuan Adat Dayak Ngaju di Hotel Fovere, Kota Palangka Raya. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas bisnis kelompok perempuan dari Desa Pilang dan Desa Simpur dalam mengelola potensi sumber daya alam desa. Peserta terdiri dari perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT), PKK, serta pemerintah desa setempat.
Manajer Program YBBI, Sevana Dewi, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari pemberdayaan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Melalui pendekatan yang inklusif, KWT didorong tidak hanya bertani, tetapi juga terampil mengolah hasil alam menjadi produk bernilai jual. Langkah ini menjadi implementasi nyata prinsip GEDSI dalam membuka peluang ekonomi yang setara bagi perempuan adat.
Pelatihan ini mencakup materi teori dan sesi praktik langsung guna memfasilitasi pemahaman peserta secara mendalam. “Penting juga dengan diadakan sesi praktik yang membantu kami memahami konsep kewirausahaan secara lebih mendalam,” ujar Mariana, salah satu peserta asal Desa Pilang. Respon positif ini menunjukkan tingginya antusiasme perempuan desa dalam menggali potensi produk lokal.
Sebagai tindak lanjut, YBBI telah menyiapkan program mentoring rutin dan pendampingan dari fasilitator. Selain bantuan pemasaran melalui media sosial, YBBI juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait legalitas izin usaha dan akses pendanaan. Program ini diharapkan mampu mewujudkan kemandirian ekonomi perempuan adat dan meningkatkan kesejahteraan komunitas secara berkelanjutan.



